Secerca Pengalaman Nayla
Keluar dari timangan mama
Beranjak dari zona nyaman memang sangat diperlukan, tapi kebanyakan orang
merasa kekusahan untuk menyiapkan zona baru. Saat itu zona baru bagiku saat
menginjak bangku SMA, hal ini saya katakan zona baru karena benar-benar pertama
kalinya hidup terpisah dari orang tua. Dari yang biasanya selalu disiapkan
menjadi harus menyiapkan sendiri. Dituntut disiplin dan mandiri adalah langkah
pertama yang harus saya siapkan saat keluar rumah. Eits tapi jangan salah
sangka, keluar rumah yang saya maksud yakni menjadi anak kos saat SMA. Jarak
yang bisa terbilang jauh antara sekolah dan rumah memaksaku untuk melangkah
lebih berani. Dimulai dari memasang alarm di pagi hari, mengusahakan menata jam
makan disetiap harinya, mengolah keuangan dari saku yang diberi orang tua, memilah-milah
pergaulan, mengontrol waktu bermain, dan masih banyak lagi. Tidak jarang saya
sering kali terlambat masuk sekolah karena bangun kesiangan dan hasilnya
dihukum deh. Nah sisi kesenangannya saya bisa lebih bebas dalam bermain, meski
demikian saya mewajibkan diri untuk membentengi diri sendiri. Semua itu memang
tidak mudah, namun jika saya tidak membentengi diri maka akan sia-sia biaya
yang telah dikeluarkan dan kepercayaan orang tua yang telah diberikan. Apalagi
saya anak perempuan satu-satunya dikeluarga, lalu ibu juga selalu bilang
"nduwe anak wedok iku koyok ndekek endok nak ndukur watu" yang
bermakna bahwa mempunyai anak wanita itu penuh resiko. Nah sekarang masuk pada
bagian cerita yang paling dinantikan. Waktu yang paling dinantikan bagi anak kos
yakni pulang ke kampung halaman, karena disinilah tempat ternyaman dan teraman
yang sesungguhnya. Dulu waktu SMA saya pulang ke rumah pada hari libur sekolah
saja, yakni setiap hari jumat. Untuk pulang saja masih ada perjuangannya loh.
Perjuangan yang paling sulit itu menunggu bis, ya meskipun cuma menunggu bis,
tapi waktu menunggunya bikin jamuran hehehe. Dulu untuk menunggu bis saja saya
dan teman-teman hampir memakan waktu satu jam. Saat ini jika dipikir-pikir
setelah menjadi anak kos, terdapat sisi positifnya loh. Sisi positifnya yakni
saya bisa menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab atas diri sendiri. Nah
itu tadi sekilas cerita pengalaman saya saat pertama kali menginjakkan kaki di
kos-kosan, semoga ada hikmah yang dapat diambil.
Komentar
Posting Komentar