Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Perjalanan Spiritual Seorang TKW Kritik dan Esay Cerpen "Sulastri dan Empat Lelaki" Karya M. Shoim Anwar

Kisah perjalanan seorang tenaga kerja wanita yang bekerja di negeri orang, tepatnya yaitu jazirah arab, tidak disebutkan jelas letaknya, namun dalam kutipan cerpen tersebut dituliskan "Cuaca makin panas. Laut Merah tampak berkilau-kilau memantulkan sinar matahari. Hamparan pasir mendidih, meliuk-liuk di permukannya", cerpen tersebut yaitu berjudul "Sulastri dan Empat Lelaki" Karya M. Shoim Anwar yang dimuat di koran Jawa Pos, 6 November 2011.  Cerpen tersebut mengisahkan Sulastri seorang TKW yang berasal dari daerah sekitaran Bengawan Solo dengan segala permasalahan kehidupannya. Sulastri menjadi TKW melalui cara yang salah, yaitu ilegal. Begitu beraninya ia masuk ke Negeri arab yang dikenal dengan penegakan hukum Islamnya yang begitu kuat. Padahal dinegeri sendiri sudah sering didengar ketika ada orang berhaji, dan selama ini ia sering melakukan kesalahan atau kejahatan, disana (makkah/arab) akan mendapat balasannya. Hal itulah yang dialami oleh sulastri, masuk ke ...

Kritik dan Esai Cerpen “Di Jalan Jabal Al-Kaabah” Karya M. Shoim Anwar

Kritik dan Esai Cerpen “Di Jalan Jabal Al-Kaabah” Karya M. Shoim Anwar Cerpen “Di Jalan Jabal Al-Kaabah” merupakan salah satu karya dari M. Shoim Anwar, seorang sastrawan sekaligus dosen pada salah satu Universitas di Surabaya.  Penggunaan kata dan kalimat dalam cerpen “Di Jalan Jabal Al-Kaabah” mudah untuk dipahami untuk semua kalangan, penulis memberikan penggambaran situasi dan kondisi dalam cerpen secara rinci seperti yang terjadi di kehidupan nyata, bisa jadi apa yang dituangkan dalam cerpennya merupakan pengalaman penulis sendiri. Cerpen ini menggunakan sudut pandang orang ketiga dan topik pada cerpen ini sering kita jumpai pada kehidupan nyata. Cerpen “Di Jalan Jabal Al-Kaabah” menceritakan seorang Tuan Amali dan Nyonya Tilah yang melihat adanya beberapa anak kecil dengan keterbatasan fisik yang menjadi pengemis. Seketika Tuan Amali dan Nyonya Tilah merasa iba kemudian memberikan sedekah pada anak kecil tersebut. Namun pada lain kesempatan Tuan A...

Kritik Cerpen Tahi Lalat Di Dada Istri Pak Lurah

Kritik Cerpen Tahi Lalat Di Dada Istri Pak Lurah Cerpen ini ditulis oleh M Shoim Anwar, cerpen ini mengandung nilai moral masyarakat yang sangat tinggi. Dalam ceritanya terdapat hal-hal yang sangat sering terjadi di kehidupan nyata yakni pada cerita warga yang kerap menggunjing dan mencari tahu kehidupan lurahnya. Pada cerpen ini terdapat gunjingan terhadap istri pak lurah yang memiliki tahi lalat di dada sebelah kirinya, padahal hal tersebut masih belum jelas kebenarannya namun gosipnya sudah tersebar luas. Hal ini juga sering terjadi pada masyarakat umum. Bahkan sudah menjadi kebiasaan beberapa orang yang menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Cerpen ini menggambarkan bagaimana cara kerja berita hoax. Berita hoax begitu cepat menyebar karena orang-orang zaman sekarang terlalu tergesa-gesa dalam menceritakan hal-hal yang bahkan dirinya sendiri belum mengetahui kebenarannya. Seakan masyarakat haus informasi dan haus bahan gunjingan. Selain itu cerita ini juga mengangkat un...

Kritik/esay Cerpen dengan judul “Sisik Naga di Jari Manis Gus Usup”

Cerpen dengan judul “Sisik Naga di Jari Manis Gus Usup”, penulis M. Shoim Anwar. Tokoh utama dalam cerpen tersebut yakni Gus usup, tokoh Gus Usup sangat dihormati oleh warga. Salah satu yang menarik dari Gus Usup adalah cincin batu akik yang melingkar di jari manis nya. Batu akik sebesar ibu jari itu bermotif sisik naga, berwarna coklat dengan ornamen seperti sisik yang saling menindih. Jika digambarkan pada kehidupan saat ini, maka cincin batu akik tersebut akan disebut dengan jimat. Masyarakat Indonesia nampaknya tidak bisa terlepas dari dunia mistis dan kepercayaan orang sebelumnya. Salah satu bentuknya yaitu jimat. Dalam kisah Gus Usup nampaknya jimat ini melekat dalam bentuk sisik. Menurut kepercayaan orang yang menggunakan jimat akan merasa lebih percaya diri dan berwibawa. Namun tidak semua orang menggunakan jimat untuk hal positif dan tidak semua orang juga yang mendapatkan jimat tanpa ia minta. Dengan kata lain jimat itu datang dengan sendirinya. Ada juga yang dengan sengaja m...