Kritik Cerpen Tahi Lalat Di Dada Istri Pak Lurah

Kritik Cerpen Tahi Lalat Di Dada Istri Pak Lurah

Cerpen ini ditulis oleh M Shoim Anwar, cerpen ini mengandung nilai moral masyarakat yang sangat tinggi. Dalam ceritanya terdapat hal-hal yang sangat sering terjadi di kehidupan nyata yakni pada cerita warga yang kerap menggunjing dan mencari tahu kehidupan lurahnya. Pada cerpen ini terdapat gunjingan terhadap istri pak lurah yang memiliki tahi lalat di dada sebelah kirinya, padahal hal tersebut masih belum jelas kebenarannya namun gosipnya sudah tersebar luas. Hal ini juga sering terjadi pada masyarakat umum. Bahkan sudah menjadi kebiasaan beberapa orang yang menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya.

Cerpen ini menggambarkan bagaimana cara kerja berita hoax. Berita hoax begitu cepat menyebar karena orang-orang zaman sekarang terlalu tergesa-gesa dalam menceritakan hal-hal yang bahkan dirinya sendiri belum mengetahui kebenarannya. Seakan masyarakat haus informasi dan haus bahan gunjingan.
Selain itu cerita ini juga mengangkat unsur politik yang mana menunjukkan perbuatan pak lurah yang semena-mena terhadap warganya dan ingkar atas janji-janjinya saat kampanye. Jika dilihat pada kehidupan nyata, hal ini sangat kerap terjadi, karena kebanyakan penguasa menggunakan kekuasaannya untuk berbuat sesukanya demi untuk mendapatkan apa yang diinginkan meski harus menindas masyarakat kecil, serta janji-janji saat kampanye hanya dijadikan sebagai pemanis saat pencalonan jabatan.
Cerpen ini sangat berbeda dengan cerpen lain, letak perbedaan yang paling menonjol yakni dalam cerpen tersebut berani mengulas tentang pejabat yang rata-rata jika sudah menjadi pemimpin lupa akan janji-janjinya saat pilkada, serta berani menyindir para pejabat yang seenaknya sendiri terhadap warga dan lingkungannya. Kemudian di masukkan lagi unsur masyarakat yang kerap kali menggunjing dan tentu saja hal ini sudah sangat terbiasa terjadi dalam kehidupan nyata.
Cerpen ini juga menceritakan tentang kelalaian orang tua terhadap anaknya. Dalam ceritanya diceritakan jika tokoh "Aku" sibuk menggunjing kesana kemari tentang tahi lalat di dada istri pak lurah, sehingga tidak menyadari bahwa anaknya sendiri menangkap informasi tersebut dengan jelas dan menuangkan informasi yang didapat dalam sebuah gambar wanita yang memiliki tahi lalat di dada sebelah kirinya.
Amanat yang dapat saya ambil dari cerpen ini yakni sebagai lurah sebaiknya berlaku adil dan tidak berbuat curang, serta sebaiknya menepati janji-janji yang telah diucapkan saat kampanye.

Komentar