Kritik Puisi Ulama Abiyasa Tak Pernah Minta Jatah karya M. Shoim Anwar
Puisi ini memiliki makna bagaimana hakikat dari seorang ulama. Seorang ulama yang mampu menempatkan perannya dengan tepat, tidak terjerumus atau masuk ke dalam jurang keduniawian. Seorang ulama yang berprinsip dan mampu berdiri sendiri tak terpengaruh oleh lingkungan maupun nafsunya. Padahal bisa saja ia mampu memanfaatkan gelar ulamanya untuk kepentingannya sendiri. Namun, ia tidak melakukannya karena hal tersebut dapat menodai hakikat dari gelar ulama itu sendiri dan tidak mampu membohongi hati kecilnya bahwa ulama haruslah berdiri di atas segalanya dan mampu berdaulat. Baiklah mari kita uraikan makna tiap bait dalam puisi Ulama Abiyasa tak pernah minta Jatah karya M. Shoim Anwar. Pada bait pertama puisi tersebut menceritakan ulama bernama Abiyasa yang memiliki sifat berpegang teguh pada prinsipnya atau bisa dikatakan dengan ulama yang memiliki idealisme. Tak tergoda dengan kilaunya dunia, tak pernah merangkak-rangkak pada penguasa untuk kepentingannya. Ulama yang berpegang teguh, me...