Perjalanan Spiritual Seorang TKW Kritik dan Esay Cerpen "Sulastri dan Empat Lelaki" Karya M. Shoim Anwar

Kisah perjalanan seorang tenaga kerja wanita yang bekerja di negeri orang, tepatnya yaitu jazirah arab, tidak disebutkan jelas letaknya, namun dalam kutipan cerpen tersebut dituliskan "Cuaca makin panas. Laut Merah tampak berkilau-kilau memantulkan sinar matahari. Hamparan pasir mendidih, meliuk-liuk di permukannya", cerpen tersebut yaitu berjudul "Sulastri dan Empat Lelaki" Karya M. Shoim Anwar yang dimuat di koran Jawa Pos, 6 November 2011. 


Cerpen tersebut mengisahkan Sulastri seorang TKW yang berasal dari daerah sekitaran Bengawan Solo dengan segala permasalahan kehidupannya. Sulastri menjadi TKW melalui cara yang salah, yaitu ilegal. Begitu beraninya ia masuk ke Negeri arab yang dikenal dengan penegakan hukum Islamnya yang begitu kuat. Padahal dinegeri sendiri sudah sering didengar ketika ada orang berhaji, dan selama ini ia sering melakukan kesalahan atau kejahatan, disana (makkah/arab) akan mendapat balasannya. Hal itulah yang dialami oleh sulastri, masuk ke negeri arab dengan cara yang salah.

"Apa bukan kalian yang malas hingga suka jalan pintas?"

Cara yang salah dilakukan oleh Sulastri yang menggunakan jalan pintas untuk pergi menjadi TKW ke Arab. Namun ia sendiri nampaknya lupa, kalau TKW di arab yaitu diperumpakan sebagai budak atau istilah Indonesianya yaitu pembantu. Kalau mendapat majikan yang baik tentunya beruntung, namun apabila sebaliknya malah menjadi masalah baru. Perjalanan kisah Sulastri belum sampai disitu, melainkan ia baru saja datang ke Arab menggunakan kapal, baru saja ia turun dari kapal, masalah baru dimulai. Ia dikejar-kejar oleh petugas keamanan disana. Hingga ia mengalami suatu perjalanan spiritual yang luar biasa. Perjalanan spiritulanya bukan hanya mengisahkan kisahnya pribadi, melainkan menyangkut problematika negara asalnya yaitu Indonesia dengan segala kekalutan khususnya dunia TKW. Contohnya yaitu Sulastri yang terpaksa berangkat menjadi TKW illegal karena di Indonesia suaminya tidak bekerja, melainkan hanya mengurusi patung-patung yang dianggap berhala dalam Islam. Sehingga kondisi perekonomian keluarganya yang mengalami kesusahan. Hal itulah yang menjadi alasan utama Sulastri berangkat ke Negeri Arab menjadi TKW. Sebenarnya terdapat hal yang tersirat dalam kisah Cerpen tersebut tentang Indonesia dengan carut marutnya urusan tenaga kerja. Salah satunya yaitu bagaimanakah caranya Sulastri bisa sampai di Arab apabila di Indonesia ini pengawasannya benar-benar dilakukan. Maka Sulastri tidak akan bisa sampai ke Arab sana. Dikarenakan untuk pergi keluar negeri ada perlengkapan atau dokumen yang harus dipenuhi, misalkan visa, paspord dan lain sebagainya. Namun mengapa Sulastri bisa sampai di Arab tanpa dokumen-dokumen terkait tersebut. Dari situlah menandakan bahwa tidak selamanya TKI ilegal itu karena kesalahan mereka pribadi, malainkan kesalahan pihak terkait seperti pemerintah yang memberikan solusi lain namun melanggar aturan. Misalnya praktek suap menyuap agar dipermudahkan urusan dan lain sebagainya. Kembali lagi ke perjalanan spiritual Sulastri sebagai TKW ilegal di Arab Saudi, ia dikejar pihak keamanan sana sampai ia bertemu dengan seseorang yang memakai baju atau jubah putih memakai tongkat yang di dalam cerpen tersebut dikisahkan mirip nabi Musa. Sosok tersebutlah yang menjadi pengungkap hal buruk di negeri Indonesia. Seperti masalah yang dialami Sulastri, kemiskinan di negeri yang sebenarnya kaya dan subur ini, malah warganya pergi mencari nafkah ke negeri lain yang tandus. Apabila sosok tersebut adalah benar nabi Musa atau sosok lain yang ghaib, berarti hal ini sungguh menjadi tamparan yang luar biasa bagi negeri ini, karena semua keburukannya didengar sampai ke langit. Sampailah Sulastri pada titik yang sangat sulit, ia harus dikejar-kejar pihak keamanan arab, sampai-sampai ia diceritakan sangat menderita disana, semua karena kesalahannya sendiri yang menjadi TKW namun dengan cara instan. Sampailah pada puncak masalah dan akhir perjalanan spiritual Sulastri di Arab. Yaitu ketika ia di kejar pihak keamanan arab, sampai pada posisi terpojokkan, ia mendapat pengalaman spiritual yang luar biasa yaitu ia diberikan pertolongan sosok berjubah putih yang bertongkat hingga ia bisa lolos dari pihak keamanan sana. Kisah cerpen tersebutlah yang sebenarnya menceritakan keburukan negeri ini yang diwakili perjalanan kisah Sulastri menjadi TKW ilegal ditanah Arab yang Suci.

Komentar