DIBALIK TABIR MAKAM JOGET - DESA CAMPUREJO PANCENG GRESIK
Zaman dahulu ada leluhur dari Desa Campurejo yang sampai saat ini masih belum diketahui pasti namanya. Leluhur ini disebut-sebut merupakan salah satu dari pendiri Desa yang saat ini disebut "Campurejo". Ada yang mengatakan jika leluhur ini dulunya hanya tinggal di pasar desa Campurejo, dengan kata lain tidak memiliki tempat tinggal. Meski begitu warga yang tinggal di Desa Campurejo ini memperlakukan leluhur ini dengan baik, misalnya memberi makan, memberi pakaian dll.
Tiba di suatu ketika desa Campurejo ini diserang oleh wabah yang beri nama pagebluk, atau orang zaman sekarang menyebutnya malaria/kolera. Banyak sekali warga yang terkena wabah ini dan berakhir meninggal, warga yang terkena wabah ini lalu diungsikan di area dekat lapangan, dengan alih-alih menghentikan menyebaran wabah ini. Tak disangka-sangka ternyata leluhur desa ini juga terjangkit wabah tersebut hingga diungsikan ke tempat yang telah disediakan, tak lama dari terjangkitnya wabah itu sang leluhur akhirnya meninggal dunia. Kemudian warga Desa Campurejo membuatkan petilasan/makam khusus leluhur tersebut.
Menurut warga sekitar ada malam-malam tertentu yang terdapat bunyi gamelan, diiringi dengan tarian diarea makam leluhur tersebut, atau orang zaman dahulu menyebutnya joget-joget. Namun hal ini bukan sembarang orang yang dapat mendengar dan melihatnya, hanya orang-orang yang baik, secara agama dan baik secara perbuatan serta perkataannya yang dapat melihat hal tersebut.
Setelah pulihnya dari wabah tersebut, warga Desa Campurejo ini menjadi semakin makmur hidupnya, baik warga asli maupun warga pendatang. Dahulu banyak orang yang bilang jika, makmurnya warga desa ini tidak terlepas dari perlakukan baik warga Desa Campurejo kepada leluhur tadi, lalu kemudian diubahlah nama desa ini yang dulunya bernama Desa Nyamplung/Camplung menjadi Desa Campurejo yang berarti bersatu menjadi makmur.
Komentar
Posting Komentar